It’s so original engineer

Himpunan mahasiswa Teknik Pertanian

bersama kita slamanya

Dengan jiwa teknik dan peduli lingkungan

membangun pertanian

 

Sepenggalan lirik theme song Salam Perkenalan (SAPA) Himateta ini melantun dari setiap mulut peserta Masa Perkenalan Himpro (MPH) di persembahan angkatan 47. Ya, dari theme song tersebut dapat tergambar bahwa mahasiswa teknik adalah mahasiswa yang solid mengingat kerasnya dunia teknik, apalagi teknik mesin.

Tenik Mesin dan Biosistem. Terlihat berbeda dengan teknik mesin di universitas atau institut pendidikan yang lain dengan embel-embel biosistem. Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) adalah hasil perkembangan dari Teknik Pertanian (TEP). Bukan pecahan dari TEP, melainkan pergantian nama dan kurikulum menuju taraf internasional.


Dimulai dengan outbound yang menerapkan karakter engineer. Kerjasama dan solidaritas adalah tantangan pertama di outbound. Dengan menggunakan empat karung yang harus dijejali dengan 5 orang yang berjajar dan harus melewati jalur yang telah ada. Uji wawasan pun dilakukan dengan mencari jawaban di koin yang ditebarkan di tanah hutan yang notabene dipenuhi dengan daun yang telah gugur. Outbound dengan pencapaian jujur dan tanggung jawab adalah menjaga lilin harapan agar tidak mati (bukan buat ngepet). Dengan bantuan dedaunan yang ada disekitar dan bantuan air hujan maka usaha untuk menjaga lilin agar tetap hidup berhasil membuat kaca mata salah seorang kelompokku patah dengan sukses. Sedotan pun digunakan untuk game selanjutnya, yaitu untuk menguji inovasi dan kreativitas calon engineer ini. Sedotan diberikan dengan syarat, yaitu menyelesaikan soal fisika terlebih dahulu. Dengan cepat kelompok kami dapat menyelesaikan soal tersebut tanpa bantuanku (karena aku gak bisa ngerjainnya). Pembuatan bangunan dari sedotan pun dimulai, dengan memperhitungkan kekuatan pondasi sekenanya karena kuliahnya tidak kami dapat, maka dipilih bentuk pondasi segitiga dengan alasan (1) kuat, kokoh tak tertandingi, (2) IPB identik dengan bangunan segitiga. Lanjut ke permainan selanjutnya, tentang peduli terhadap TMB. Salah seorang dari kelompok menutup mata dengan slayer dan melewati bambu yang diangkat oleh kawan sekelompoknya.

Outbound hanya sebuah pembuka, dilanjutkan dengan penggemblengan oleh tingkat atas. Dimulai dengan angkatan 46. Seperti biasa, di pos angkatan 46 kekompakan kami diuji dengan memakan buah bisbul atau buah mentega ( Diospyros blancoi) dan satu kelompok harus kebagian dengan takaran yang sama. Di pos selanjutnya yang dipimpin oleh Bang Fadil (angkatan 44) yang bertempat di sungai. dari kejauhan sudah disambut dengan terikan yang khas. Pertanyaan meluncur satu persatu dari angkatan 44. Pertanyaan yang semestinya mudah untuk anak teknik yang bernaung di bawah IPB. “Siapa menteri pertanian sekarang?”, “Berapa harga gabah?”, “Apa kepanjangan kWh?”, “Siapa nama saya?”. Dari situ, aku merasa tak pedulinya aku dengan pertanian, petani dan kakak kelas. Padahal aku pernah merasakan kehidupan petani (meskipun cuma beberapa hari) yang serba kekurangan. Petani menanam padi dengan susah payah, tetapi kita malah sering kali membuang-buang nasi karena berbagai alasan. Untuk menumbuhkan padi dibuthkan waktu sekitar 3-4 bulan, tetapi dengan mudahnya kita memakannya (sering kali) tanpa rasa syukur. Oke, cukup buat hikmah di balik pertemuan dengan 44. Selanjutnya di pos angkatan 45. Semua unek-unek di keluarkan dan menyalurkannya lewat tepung yang telah dicampur dengan air. Semua kesalahan diluakan dengan mengoleskan tepung tersebut kebagian tubuh manapun orang yang dianggap salah. Semua clear dengan 45. Pos terakhir adalah pos yang paling melelahkan karena ketawa ngakak bareng karena permainan pancoran. Jadi permainan pancoran ini kita diharuskan mengelompok dan membentuk formasi berdasarkan perintah. Misalnya “pancoran”, maka kita harus bergaya joget ala sule. “cinta” maka kita mencari pasangan satu orang untuk membentuk formasi hati, “lampu merah” berpasangan 3 orang, “bunga” berpasangan 4 orang, dan “dayung” berpasangan 5 orang dengan formasinya masing-masing. Manusia yang tak mendapatkan kelompok sesuai perintah maka mereka gugur di medan permainan.

SAPA memang telah berakhir, tetapi esensi SAPA tidak hanya sampai disini. Kekompakan akan salalu ditingkatkan Antares (TMB 47) dan selalu bekerjasama dengan angkatan lainnya.

TMB!!

Gursa! Gursa! Gursa! Cozzz!!!

 

 

Posted in Academic | Leave a comment